Max Verstappen berhasil mengawali Sprint Race Formula 1 Grand Prix Singapura 2026 dengan hasil gemilang. Pembalap Red Bull Racing tersebut keluar sebagai pemenang setelah melewati balapan dramatis yang diwarnai hujan, kecelakaan, dan insiden antarpembalap di Marina Bay Street Circuit, Sabtu (10/10/2026).
Kemenangan ini terasa istimewa bagi Verstappen karena menjadi kemenangan pertamanya di Singapura. Setelah bertahun-tahun kesulitan meraih hasil maksimal di Marina Bay, pembalap asal Belanda itu akhirnya berhasil menaklukkan sirkuit jalan raya yang terkenal menantang tersebut. Ia menyelesaikan balapan di posisi pertama dengan keunggulan 2,591 detik atas Lewis Hamilton yang memperkuat Ferrari. Charles Leclerc melengkapi podium di posisi ketiga.
Balapan yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu pagi tersebut tidak berjalan sesuai rencana. Hujan deras mengguyur kawasan Marina Bay sebelum start, membuat sejumlah bagian lintasan tergenang air. Kondisi tersebut memaksa penyelenggara menunda dimulainya balapan selama sekitar 30 menit demi memastikan keselamatan para pembalap.
Setelah kondisi lintasan dinilai memungkinkan, para pembalap bersiap menjalani sprint race dengan menggunakan ban intermediate. Verstappen memulai balapan dari pole position, sedangkan George Russell mengawali lomba dari posisi kedua. Charles Leclerc dan Oscar Piastri menempati barisan berikutnya, sementara Lando Norris dan Lewis Hamilton bersiap mengejar posisi terdepan dari belakang.
Ketika lampu start padam, Verstappen justru kehilangan posisi terdepan. Russell memanfaatkan kondisi lintasan yang licin untuk melesat melewati pembalap Red Bull tersebut. Pembalap Mercedes itu kemudian memimpin jalannya balapan dan berusaha membangun jarak dari para pesaingnya.
Namun, keunggulan Russell tidak bertahan lama. Pada akhir lap pertama, ia kehilangan kendali atas mobil Mercedes yang dikendarainya dan menabrak pembatas di tikungan terakhir. Insiden tersebut mengakhiri balapannya sekaligus mengubah persaingan di barisan depan.
Verstappen kembali mengambil alih posisi pertama setelah Russell tersingkir. Situasi ini memberikan kesempatan besar bagi pembalap Belanda tersebut untuk mengendalikan jalannya perlombaan. Dengan pengalaman dan ketenangan yang dimilikinya, Verstappen berusaha menjaga ritme serta menghindari kesalahan di tengah kondisi lintasan yang terus berubah.
Setelah periode safety car, balapan kembali berlangsung dengan persaingan yang semakin ketat. Verstappen mampu mempertahankan keunggulannya meskipun Hamilton terus memberikan tekanan dari belakang. Kondisi lintasan yang perlahan mengering juga menuntut para pembalap untuk menjaga penggunaan ban agar tetap kompetitif hingga akhir lomba.
Hamilton sempat mendekati Verstappen pada paruh akhir balapan. Pembalap Ferrari itu berusaha memangkas jarak melalui putaran-putaran cepat, tetapi Verstappen mampu merespons tekanan tersebut dan mempertahankan posisi terdepan.
Di belakang keduanya, Leclerc menghadapi tantangan tersendiri akibat penurunan performa ban intermediate. Situasi itu membuat jaraknya dengan Hamilton semakin melebar, sementara para pembalap di belakangnya berusaha memanfaatkan peluang untuk memperbaiki posisi.
Drama kembali terjadi pada lap terakhir ketika dua pembalap McLaren, Norris dan Piastri, terlibat kontak saat memperebutkan posisi. Keduanya bersenggolan di Tikungan 5 hingga kehilangan kendali dan berputar. Piastri tidak mampu melanjutkan balapan, sedangkan Norris berhasil kembali ke lintasan meski kehilangan kesempatan untuk finis di posisi yang lebih tinggi.
Insiden tersebut menguntungkan Kimi Antonelli. Pembalap Mercedes itu berhasil menghindari tabrakan dan menyelesaikan sprint race di posisi keempat. Sementara itu, Liam Lawson membawa Racing Bulls finis kelima, disusul Oliver Bearman di urutan keenam dan Nico Hülkenberg di posisi ketujuh. Norris akhirnya menempati posisi kedelapan untuk mengamankan satu poin.
Di barisan depan, Verstappen tetap tidak tergoyahkan hingga garis finis. Ia menyelesaikan 20 lap dengan waktu 39 menit 48,162 detik, unggul 2,591 detik dari Hamilton. Leclerc menyusul di posisi ketiga dengan selisih 16,871 detik dari pemenang.
Hasil ini menjadi pencapaian penting bagi Verstappen yang sebelumnya telah mengamankan pole position Sprint Race melalui sesi kualifikasi yang ketat. Ia berhasil mengubah posisi start terdepan menjadi kemenangan meskipun sempat kehilangan pimpinan lomba pada awal balapan.
Kemenangan tersebut juga menjadi modal berharga bagi Red Bull menjelang kualifikasi dan balapan utama Grand Prix Singapura. Meski demikian, Verstappen masih perlu memperbaiki performa start setelah mengakui bahwa dirinya mengalami awal balapan yang kurang baik. Tantangan berikutnya adalah mempertahankan momentum ketika kembali bertarung untuk memperebutkan posisi start pada balapan utama.
Dengan hasil ini, Verstappen akhirnya berhasil mengakhiri penantiannya untuk meraih kemenangan di Marina Bay. Sprint Race Singapura 2026 menjadi panggung pembuktian bagi pembalap Red Bull tersebut, sekaligus membuka peluang untuk kembali bersaing memperebutkan hasil terbaik pada balapan utama akhir pekan ini.